Dalam beraktivitas sehari-hari, kita pasti mengeluarkan sampah. Dari pagi hari saat sarapan pagi hingga malam kita akan pergi tidur. Sampah yang kita hasilkan tidak hanya berasal dari makanan serta bungkusnya, tapi juga dari berbagai aktivitas yang kita lakukan. Ada sampah kertas, botol/gelas plastik, kantong plastik, kaleng, dsb.
Selain itu, seluruh benda yang kita gunakan, baik itu tas, sepatu, baju, kacamata, komputer, bahkan sampai mobil pada akhirnya akan menjadi sampah. Lucunya, kita selalu berpikir bahwa:
- ketika sampah sudah dibuang ke tempat sampah di luar rumah (atau malah ke jalanan), maka masalah selesai.
- Setelah sampah dibuang, kita pun bisa kembali menghasilkan sampah.
Walau gaya hidup kita sangat akrab dengan membuang sampah, tapi sedikit sekali diantara kita yang mau berpikir:
- Apa yang terjadi dengan sampah kita setelah dibuang ke luar rumah? Apakah seluruh sampah tersebut langsung hilang ditelan bumi, setelah kita buang jauh?
- Apa jadinya jika kita dan seluruh warga kota terus menghasilkan sampah? Apakah lahan di kota akan cukup menampung seluruh sampah kita?
Tak disadari, di berbagai kota besar di Indonesia, sampah menjadi semacam bom waktu yang sewaktu-waktu meledak ke permukaan. Saat banjir menghadang, akibat meluapnya aliran sungai yang tersumbat oleh timbunan sampah; atau saat TPA setempat sudah tidak dapat lagi menampung sampah warga kota, baru deh kita mulai menyadari keberadaan sampah.
Lalu, apakah ada yang bisa kita lakukan untuk ikut mengatasi masalah sampah? Silakan klik di sini, untuk tahu tips kurangi sampah
Selain itu, hal lain yang bisa kita lakukan untuk mengatasi sampah adalah dengan:
Pilah sampah
Sampah pada umumnya terbagi dalam 2 jenis, yaitu:
A. Sampah organik
Yaitu sampah yang mudah hancur karena terurai oleh mikroba di tanah. Contohnya:
- Sayuran
- Sisa roti
- Buah beserta kulitnya
- Bubuk teh dan kopi
- Kulit telur
- Sampah kebun
B. Sampah Anorganik
Yaitu sampah yang perlu puluhan hingga jutaan tahun agar bisa hancur terurai. Contohnya:
- Kertas
kertas koran, majalah bekas, kertas kemasan, brosur, struk ATM/karcis parkir/karcis tol, kalender bekas, dll. - Plastik & Styrofoam
kantong plastik, botol air mineral, ember pecah, botol sabun, plastik kemasan, toples plastik, styrofoam kemasan, dll. - Logam/metal
kaleng minuman, kaleng biskuit, dll. - Gelas/kaca
botol minyak wangi, botol obat, piring/gelas pecah, toples kaca,
Setelah sampah kita pilah-pilah, lalu selanjutnya bagaimana?
- Untuk sampah organik, bisa dibuat kompos. Untuk tahu cara mengompos, lihat di sini (link ke ’lakukan pengomposan & tips mengompos’)
- Untuk sampah anorganik, kirim sampah di rumah kamu ke sini (link ke ’akan dibuang kemana sampah di rumah kita?’)
Lakukan pengomposan
Sekitar 70% sampah rumah tangga di Denpasar merupakan sampah organik (Bali Fokus). Dengan mengompos sampah dapur, maka kita telah mengurangi sekitar separuh sampah di rumah yang dikirim ke TPA.
Keuntungan mengompos adalah kompos yang sudah jadi bisa digunakan untuk bercocok tanam, menyuburkan tanah di sekitar rumah.
Tips mengompos:
Ada berbagai cara untuk mengompos sampah dapur, diantaranya adalah dengan menggunakan metode Keranjang Takakura. Mau tahu apa itu Keranjang Takakura dan bagaimana cara menggunakannya, silakan download di sini. (download materi dari Kebun Karinda)

Pakai gelang kampanye "Let's do the right things", untuk tunjukkan pada dunia bahwa kamu mendukung gerakan menyelamatkan terumbu karang dan satwa laut dari bahaya sampah.
Pasang ikon dibawah ini di blog kamu, agar semakin banyak teman-teman kamu yang mampir ke website dan tertarik untuk ikut mendukung kampanye ini.
Mari bergabung! Daftarkan alamat imel kamu, untuk dapatkan info kegiatan dan kompetisi yang diselenggarakan untuk mempromosikan kampanye ini

Sampah di sekitar kehidupan kita









15 respon
1 Ryan // Oct 17, 2008 at 6:23 am
Andai di Indonesia dah ga ada tempat pembuangan akhir tuk sampah, lalu kemana qt harus membuang sampah anorganik tersebut??
Qt harus bergerak.. Qt harus bwt teknologi yang tepat guna. Mulai yuk sosialisasi dari kiat, ajak warga sekitar, kampanye ke turis asing, dan sebarkan berita ke seluruh dunia bahwa Indonesia segera bersih dan besok bersih dari sampah. Number One Indonesia…..
2 adit // Nov 30, 2008 at 3:36 pm
menurut saya salah satu langkah efektif pengurangan sampah adalah :
1. Adanya sosialisasi dan pembekalan ilmu pengetahuan kepada masyarakat mengenai sampah dan bagaimana cara mendaurulangnya.
2. Adanya teknologi pengolahan sampah dipemukiman yang efektif dan tepat sasaran.
3. Kampanye, ini penting karena akan muncul suatu paradigma dan kesadaran masyarakat terhadap hidup bersih dan sehat.
ya,, mungkin kalo ada tambahan

Hidup Indonesiaku, karena kebersihan sebagian dari Iman, ya ga//
3 admin // Dec 1, 2008 at 3:38 pm
tapi yg paling penting…kita harus mengubah perilaku kita sendiri untuk mengurangi sampah & mengompos, sebelum menyuruh masyarakat & pemerintah berubah
4 rina // Feb 25, 2009 at 9:15 am
mengajak orang lain untuk berpartisipasi adalah hal yg baik, tetapi lebih baik lagi kalau kita mulai dari diri sendiri, jadi contohan membantu orang lain untuk mau lakukan
5 sHeLLa // Mar 3, 2009 at 1:45 am
kNapa yaw samPaj seLaLu jadi msaLaf tRus, n sLama iNi beLum ada pemecaHan msaLahNya…
muNgkin nie juGa ksaDaraN daRi kiTa senfiRi siH….
gmNa kiTa bisa meNyikapi teNtang peRLakuan samPah iTu sendiRi…
6 tami // Mar 5, 2009 at 3:10 pm
Mulai dari diri sendiri and ajak orang laen untuk lebih peduli.. Kudu dimulai sekarang
7 Dewi // Apr 30, 2009 at 5:35 am
ya memang dari dulu hingga saat ini masalah sampah tdk pernah selasai…:(( mari kita mulai dari diri kita sendiri uutk menyelesaikan masalah sampah ini …..
8 Bambang // May 6, 2009 at 9:28 am
Masih ingat dengan kiat 3M AaGym : Mulai dari dirikita sendiri, Mulai dari yang kecil-kecil, Mulai dari sekarang.
Ayoo kita bergerak jangan sungkan dan malas, kelola sampah dengan baik agar bermanfaat.
Mohon ijin materinya untuk di share ke warga kami. Terimakasih.
9 Harira // May 24, 2009 at 7:12 am
Gimana cara penanggulanan pada sampah anorganik? Soalnya ini bermanfaat bagi saya, selain untuk tugas sekolah, saya juga bisa mempraktekkannya dirumah. Terima kasih
10 awalita // Oct 16, 2009 at 2:23 am
sampah memang sudah menjadi masalah bagi bumi pertiwi ini,
banyak masyarakat yang mempunyai kesadaran akan pentingnya sampah, tapi sayang kesadaran mereka tidak pernah mereka pakai …
akankah negeri ini menjadi lautan sampah????
11 dasdjdjbn // Jan 11, 2010 at 1:35 am
klo begitu sih mameng benar tetapi kesadaran masyarakat masih kurang , dan berbicara itu memang labih gampang daripada bartindak
12 PUTRI // Jan 21, 2010 at 9:21 am
KOG GAX JELAS TOW
13 rhamats gorilaa // Feb 21, 2010 at 1:52 pm
sayangilah lingkugan kelolah sampah sebagai barang yang memuai hasil.
14 Daniel Ruwayari // Feb 24, 2010 at 11:47 pm
Keep our environment Clean,…
15 admin // Feb 25, 2010 at 1:29 am
wahduh kurang jelas di bagian mana ya?
Yap!! lets keep our environment clean, with doing the best that we could.
Do your bits best!!
Komentar kamu...